20160909_220823

Guru-guru peserta pelatihan pembina OSN SMP berbasis pesantren tingkat Jawa Barat

Pendidikan pesantren merupakan salah satu bentuk sistem pendidikan tertua dan mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia, khususnya bagi komunitas muslim. Seiring perkembangan zaman, ditetapkannya sistem pendidikan nasional yang lebih bersifat umum dan modern melalui kegiatan pendidikan di sekolah tidak lantas menyurutkan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Walau demikian, pelaksanaan pendidikan Islam berbasis pesantren masih sulit dijauhkan dari kesan “tertinggal” dari pendidikan modern. Untuk mengatasinya diperlukan upaya pengembangan sistem pendidikan berbasis pesantren.

Upaya pengembangan sistem pendidikan Islam saat ini ditandai dengan berkembangnya sekolah berbasis pesantren hampir diseluruh wilayah Indonesia dengan pembinaan Kementerian Agama. Sekolah ini merupakan sekolah formal modern yang didirikan dan menjadi kesatuan dengan pondok pesantren induknya. Khusus di Jawa Barat, jejaring sekolah-sekolah berbasis pesantren ini begitu aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan dan aktifitas pengembangan kualitas penyelenggaraan pendidikan guna mengejar ketertinggalan dari sekolah umum.

Menurut salah seorang koordinator sekolah berbasis pesantren di Jawa Barat, Drs. H. Baehaqi (Kepala SMP Darul Falah, Ponpes Darul Falah, Cihampelas – Kab. Bandung Barat/KBB), salah satu tolak ukur upaya mensejajarkan kualitas pendidikan di sekolah berbasis pesantren dengan sekolah modern pada umumnya, yakni dengan membidik prestasi dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Meskipun disadari bukan satu-satunya tolak ukur, namun hal ini penting dilakukan mengingat penguasaan peserta didik akan sains perlu terus dibina dan digelorakan, diantaranya melalui kegiatan kompetisi ilmiah seperti OSN.

Sejumlah sekolah berbasis pesantren di Jawa Barat memang telah mencatatkan prestasi yang cemerlang dalam ajang OSN, sebut saja seperti SMP Darul Falah, KBB dan SMP Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya. Bahkan ditingkat nasional, jaringan sekolah Insan Cendikia cukup dikenal sebagai sekolah pencetak juara-juara OSN. Namun demikian masih jauh lebih banyak sekolah berbasis pesantren yang belum bicara banyak dalam ajang tahunan ini. Hal ini disadari Drs. H. Baehaqi sehingga menggagas diselenggarakannya pelatihan untuk guru pembina OSN dari berbagai sekolah berbasis pesantren di Jawa Barat.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung pada 9 – 10 September 2016 di Hotel Bumi Kitri – Bandung, dengan mengundang sejumlah nara sumber para akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pusat Kajian Departemen Pendidikan Biologi UPI turut ambil bagian dalam kegiatan ini, dimana Zamzam Nursani, M.Pd yang merupakan sekretaris bidang pengembangan akademik Pusat Kajian, bertindak sebagai nara sumber dalam sesi pelatihan bagi guru pembina OSN bidang IPA. Selain aktif di Pusat Kajian, Zamzam Nursani, M.Pd sendiri dikenal sebagai pembina OSN SMP tingkat Provinsi Jawa Barat, serta sempat terlibat dalam pembinaan peserta OSN untuk tingkat nasional bahkan internasional.

Keterlibatan Pusat Kajian Departemen Pendidikan Biologi dalam pelatihan guru pembina OSN ini sebagai wujud upaya membangun kemitraan dengan guru dan instusi pendidikan dalam pengkajian dan pemecahan masalah pendidikan. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan pelatihan guru juga memberikan ruang guna meningkatkan literasi masyarakat pendidikan pada materi Biologi dalam konteks penyelenggaraan OSN sehingga diharapkan dapat membentuk pola pembinaan peserta didik yang mumpuni dalam penguasaan sains, khususnya Biologi. (ZMN)